Pekanbaru, 21 Juni 2025 — Kabar membanggakan datang dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (FPK UNRI), di mana salah satu tim dosen berhasil meraih pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk fokus bidang maritim. Program ini mendukung riset strategis nasional berbasis inovasi, dan keberhasilan ini merupakan bukti nyata kontribusi FPK UNRI dalam pengembangan ilmu kelautan berbasis riset unggulan.

Penelitian yang berhasil lolos pendanaan ini berjudul:
“Differensiasi Karakteristik Bakteri Patogen pada Pelabuhan Kota Dumai (Provinsi Riau) dan Batam (Provinsi Kepulauan Riau) dengan Metode DNA 16s.”
Proyek ini diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Feliatra, DEA, dosen Program Studi Ilmu Kelautan, dengan anggota tim M. Irsyad Nur, M.Si, dosen dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP).

Penelitian ini akan berlangsung selama 3 tahun dengan total pendanaan sebesar Rp 689.900.000, yang dialokasikan secara bertahap:

  • Tahun ke-1: Rp 238.500.000
  • Tahun ke-2: Rp 231.100.000
  • Tahun ke-3: Rp 220.300.000

Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membedakan karakteristik bakteri patogen yang ada di dua pelabuhan utama wilayah pesisir Indonesia, yakni Dumai dan Batam, melalui pendekatan genetika molekuler (DNA 16s). Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung kebijakan pengelolaan lingkungan pelabuhan yang lebih sehat, aman, dan berbasis bukti ilmiah.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika FPK UNRI, tetapi juga menjadi langkah konkret fakultas dalam mendukung penguatan riset maritim nasional. Selamat kepada Prof. Feliatra dan Bapak M. Irsyad Nur, M.Si, semoga penelitian berjalan lancar dan memberi dampak signifikan bagi kemajuan sains dan tata kelola sumber daya kelautan Indonesia.

#FakultasPerikanandanKelautan #UniversitasRiau #FPKBERMARWAH #FPKUNGGUL #FPKUNRI #UNRIBerdampak #DiktiSaintekBerdampak