Pekanbaru, FPKNews - Universitas Riau (Unri) kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi dengan mengukuhkan delapan Guru Besar dalam sebuah prosesi akademik yang berlangsung khidmat di Gedung Student Center Kampus Bina Widya Unri, Senin (19/1/2026). Dari delapan profesor tersebut, dua di antaranya berasal dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), yakni Prof. Ir. Eni Yulinda, M.P., Ph.D. dan Prof. Dr. Ir. Mulyadi, M.Phil. 

Pengukuhan ini dipimpin oleh Ketua Senat Unri Prof. Dr. Ir. Zulkarnaini, M.Si., dan dihadiri langsung oleh Rektor Unri Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, S.E., M.Si., jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta para undangan. Dalam sambutannya, Rektor Unri Prof. Sri Indarti menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi, melainkan amanah besar untuk menghadirkan ilmu yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Gelar Profesor bukanlah akhir perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Guru Besar harus menjadi menara air yang mengalirkan solusi bagi persoalan masyarakat, bukan menara gading yang tinggi namun jauh dari realitas,” ujar Rektor. 

Ia menambahkan, kehadiran delapan Guru Besar baru ini menjadi tambahan energi intelektual bagi Unri dalam menjawab tantangan pembangunan daerah, nasional, hingga global. Dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, Prof. Ir. Eni Yulinda, M.P., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Sosial Ekonomi Perikanan. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Eni menyoroti pentingnya kepercayaan antara nelayan dan tauke sebagai fondasi stabilitas rantai pasok ekspor ikan di Riau. Menurutnya, penguatan relasi sosial dan kelembagaan menjadi kunci keberlanjutan sektor perikanan tangkap di tengah tekanan pasar global. 

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Mulyadi, M.Phil. yang dikukuhkan dalam Bidang Teknik Budidaya Ikan – Sistem Resirkulasi, menekankan pentingnya inovasi teknologi budidaya yang ramah lingkungan dan efisien. Sistem resirkulasi dinilai mampu menjadi solusi atas keterbatasan lahan, kualitas air, serta tantangan produksi perikanan budidaya di masa depan. 

Selain dari FPK, tujuh Guru Besar lainnya berasal dari berbagai bidang strategis, mulai dari keperawatan, teknik, pendidikan, hingga hukum. Keberagaman kepakaran ini mencerminkan kesiapan Unri dalam mendorong inovasi lintas disiplin dan memperkuat sumber daya manusia unggul. Dengan pengukuhan ini, jumlah Guru Besar aktif Universitas Riau meningkat menjadi 144 orang dari total 1.044 dosen yang tersebar di sepuluh fakultas. Sejalan dengan Agenda Nasional Rektor Unri juga menegaskan bahwa arah pengembangan keilmuan para Guru Besar sejalan dengan kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak serta agenda nasional Astacita Presiden, khususnya dalam penguatan SDM, sains dan teknologi, serta hilirisasi riset. “Dari Unri harus lahir pemikiran-pemikiran besar yang mampu menggerakkan perubahan dan berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya. 

Melalui pengukuhan delapan Guru Besar ini, Universitas Riau kembali menegaskan perannya sebagai lokomotif perubahan, yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir membawa solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor strategis seperti perikanan dan kelautan. [Mas/foto.ist]